Obama, untuk kesekian kali membatalkan lagi kunjungannya ke Indonesia dan Australia. Konon kabarnya banyak juga orang Indonesia yang merasa “sedih” hatinya. Orang Indonesia sudah terlanjur “jatuh cinta” kepada Obama, hanya karena Obama pernah tinggal di Jakarta pada sepenggal kecil masa kanak-kanak nya, kemudian merasa seolah Obama itu orang Indonesia, merasa bahwa Obama itu anak menteng.
Begitu Obama terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat, banyak orang Indonesia merasa dirinya terwakili oleh Obama sebagai seorang Afro American pertama yang memimpin negara super power itu.
Mulailah, :”sentimental journey” bergerak dihati para pengagumnya di Indonesia, dengan antara lain mengorganisir “reunion” teman-teman masa kecilnya, membuat patung Obama, memproduksi film tentang Obama kecil, membuat tarian selamat datang, merancang acara spontanitas kunjungan Obama ke bekas sekolahnya dulu, merencanakan pertemuan dengan para mantan gurunya dan lain- dan lain-lain.
Semua ungkapan kebahagiaan yang direfleksikan dalam ujud rencana penyambutan Obama adalah sangat “Indonesia”. Ditambah lagi kutipan-kutipan video/penggalan siaran TV yang mempertontonkan action nya Obama berkata tentang :”Sate”, :”Nasi Goreng”, “apakabar?” dan lain-lain, ditambah lagi wawancara eksklusif dengan Obama oleh TV Indonesia. Kesemua itu telah membuat orang-orang Indonesia yang senang dengan Obama menjadi atau merasakan “multiple orgasm”.
Semangat pun meningkat menggebu-gebu, perencanaanpun di sempurnakan lagi. Penundaan kunjungan ke Indonesia yang sudah dua kali (biasanya Orang Indonesia langsung tersinggung dan marah) dirasakan sebagai wajar-wajar saja, malah kalau perlu dipuji-puji, dengan menambahkan alasan, bahwa kalau ditunda maka dia bisa datang dengan keluarganya, bisa lebih relaks dan lain-lain. Itulah semua, perasaan hati dari orang yang tengah berbunga-bunga, sedang jatuh cinta. Cinta itu buta, ya kita saksikan sekarang dalam ujudnya yang sangat “grand” yang sangat “global”.
Mungkin saja itu adalah refleksi dari kerinduan banyak orang akan seorang pemimpin muda usia, cerdas pintar, memiliki “high moral character”, rendah hati, tidak feodal, lugas, tidak munafik, tidak senang berpura-pura, jujur dan lain sebagainya. Namun lebih dari itu, banyak orang yang merasa bahwa Obama itu adalah sejenis “orang Indonesia”.
Inilah kesalahan besar, karena America is America, dan Obama si American. Obama adalah orang Amerika, walaupun dia pernah tinggal dan sekolah di Indonesia, namun dia sama sekali bukan orang Indonesia dia orang Amerika. Orang Amerika yang berpikir secara Amerika yang sangat rasional cara berpikirnya, gaya hidupnya adalah Amerika, negara besar, kaya dan senang dengan “glamour” dan semua yang “luxurious”. Amerika adalah negara yang jauh lebih mementingkan negaranya sendiri dibanding dengan negara manapun dimuka bumi ini. Amerika yang akan selalu memandang negara lain adalah lebih rendah, negara yang berada dibawah “kelas” nya. Amerika adalah negara yang tidak biasa dengan kepura-puraan, tidak biasa dengan “unggah ungguh” yang tidak menentu. Amerika adalah negara yang “I am what Iam” , negara yang dengan tegas akan berbicara tidak bila memang tidak setuju, negara yang jauh dari basa basi.
Amerika tidak akan merasa “nggak enak hati” kalau membatalkan kunjungan hanya karena sudah dipersiapkan penyambutan besar-besaran, hanya karena sudah disiapkan Sate dan Baso ! Kalau mau membatalkan dia akan membatalkannya, tidak perduli dengan apapun yang sudah disiapkan oleh calon tuan rumah. Amerika adalah negara yang “emang gue pikirin?” Amerika adalah Negara yang bukan Indonesia.
Christopher Morley berkata ” America is still a government of the naive, for the naive, and by the naive !”
Jadi, saudara-saudara sekalian, mari berhentilah meratapi kedatangan Obama, berhentilah berpikir sentimentil tentang Obama. Dia memang pernah tinggal di Indonesia, tetapi Obama adalah Orang Amerika, dengan gaya berpikir dan “life-style” yang Amerika. Berlakulah wajar-wajar saja, dia datang kita sambut seperti kita menyambut tamu-tamu lainnya, biasa-biasa saja, dia nggak datang ya nggak apa-apa toh?!
Sekali lagi : America is America dan Obama is American !
Have a nice week end !
Jakarta 5 Juni 2010
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar